RISET TANAMAN OBAT DAN JAMU (RISTOJA) 2015

     Riset Khusus Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etnomedisin dan Tumbuhan Obat Berbasis Komunitas di Indonesia, yang selanjutnya disebut Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA), merupakan riset pemetaan pengetahuan tradisional dalam pemanfaatan tumbuhan obat berbasis komunitas yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kesehatan pada tahun 2015. Riset ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan informasi terkait data tumbuhan obat dan ramuan tradisional yang digunakan oleh setiap etnis di Indonesia. RISTOJA bertujuan mendapatkan data dasarpengetahuan etnofarmakologi, ramuan obat tradisional (OT) dan tumbuhan obat (TO) di Indonesia.Data yang dikumpulkan meliputi : karakteristik Informan, gejala dan jenis penyakit, jenis-jenis tumbuhan, kegunaan tumbuhan dalam pengobatan, bagian tumbuhan yang digunakan, ramuan, cara penyiapan dan cara pakai untuk pengobatan, kearifan lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan TO dan data lingkungan 

     RISTOJA 2015 dilaksanakan di 125 kabupaten (24 provinsi) mencakup 96 etnis, bekerja sama dengan 16 Perguruan Tinggi terkemuka di masing-masing wilayah. Pengobat tradisional (Battra) yang menjadi informan berjumlah 525 battra, merupakan etnis asli di masing-masing tempat pengumpulan data. Penetuan informan dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan informasi dari tokoh masyarakat adat, Kepala Desa, Puskesmas, atau Dinas Kesehatan Kabupaten setempat. Jumlah pengobat tradisional sebagai informan untuk masing-masing etnis sebanyak 5 orang. 

     Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setiap tim beranggotakan 5 peneliti yang terdiri dari kelompok botanis (biologi, pertanian, kehutanan), kelompok antropolog (antropologi, sosiologi), dan kesehatan (dokter, apoteker, kesehatan masyarakat, perawat). Wawancara dilakukan dengan teknik terstruktur dan bebas untuk mendapatkan informasi selengkap mungkin. Observasi/pengamatan langsung terhadap kegiatan-kegiatan informan meliputi aktivitas dalam melakukan pengobatan dan penyiapan ramuan dan pengamatan di lokasi pengambilan tumbuhan obat sebagai bahan pembuatan ramuan. Pendokumentasian dalam bentuk catatan, foto, audio, dan video (jika memungkinkan) atas semua kegiatan informan dalam melakukan pengobatan termasuk keadaan tumbuhan obat di lapangan untuk membantu identifikasi jenis tumbuhan yang digunakan.   

 

 :: Download