RIKHUS Vektora 2015 - 2016

    Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikhus Vektora) merupakan salah satu riset nasional yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan dengan tanggung jawab pelaksana oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Litbangkes di Salatiga, yaitu Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP). 

    Rikhus Vektora adalah suatu kegiatan riset yang diarahkan untuk mengetahui gambaran  vektor dan reservoir penyakit, termasuk di dalamnya adalah data nyamuk, tikus dan kelelawar dengan menggunakan hasil observasi bionomik, uji identifikasi dan pemeriksaan laboratorium. 

 

Latar belakang:

a. Ancaman risiko dari penyakit tular vektor dan reservoir secara global dan nasional sangat tinggi;

b. Data bio-diversitas fauna di Indonesia yang kompleks akibat kondisi bio-geografis (pertemuan daerah Oriental dan Australia) belum terbaharukan dengan baik;

c. Data penelitian terkait vektor dan reservoir penyakit belum terwakili secara nasional;

d. Data model penanggulangan secara lokal spesifik belum lengkap.

Rikhus Vektora dilaksanakan di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Indonesia secara berkesinambungan yang dirancang untuk dilaksanakan selama tiga tahun, mulai pada tahun 2015 sampai dengan 2017.

 

Tujuan umum adalah: 

Melakukan pemuktahiran data vektor dan reservoir penyakit secara nasional sebagai dasar pengendalian penyakit tular vektor dan reservoir (baik jenis penyakit infeksi baru maupun yang muncul kembali) di Indonesia.

 

Tujuan khusus adalah:

a. Inkriminasi (penentuan vektor) dan konfirmasi spesies vektor dan reservoir penyakit;

b. Memperoleh peta sebaran vektor dan reservoir penyakit;

c. Mencari kemungkinan munculnya vektor dan reservoir penyakit baru/belum terlaporkan yang berasal dari hasil koleksi sampel nyamuk, tikus dan kelelawar;

d. Mencari kemungkinan munculnya patogen penyakit tular vektor dan reservoir baru/belum terlaporkan;

e. Mengembangkan spesimen koleksi referensi vektor dan reservoir penyakit;

f. Memperoleh data sekunder penanggulangan penyakit tular vektor  dan reservoir berbasis ekosistem

 

Manfaat penelitian adalah:

a. Bagi para pemangku kebijakan, dapat memanfaatkan dan menggunakan data yang diperoleh sebagai dasar perencanaan dan evaluasi program pengendalian penyakit tular vektor dan reservoir (zoonosis) di Indonesia.

b. Bagi masyarakat, dapat memanfaatkan dan menggunakan data yang diperoleh sebagai dasar pemahaman tentang vector dan reservoir penyakit serta sekaligus meningkatkan peran sertaya pada kegiatan penanggulangan/pengendalian di lingkungan.

c. Bagi kalangan ilmiah, dapat memanfaatkan dan menggunakan data koleksi specimen (sampel tersimpan maupun informasi biodiversitas terbaharukan), sebagai dasar penelitian dan pengembangan produk inovasi (misal: kit diagnostik, vaksin dan obat) terkait penanggulangan penyakit tular vektor dan reservoir (penyakit infeksi baru maupun yang muncul kembali) di Indonesia.

 

Prinsip Rikhus Vektora:

a. Merupakan survei bertaraf nasional

b. Menggunakan unit pengumpulan data berupa ekosistem per provinsi

c. Mencakup data  spesies dan patogen untuk penyakit tular vektor dan reservoir (baik yang lama maupun yang baru ditemukan), peta sebarannya serta model dan metode penanggulangan penyakit tular vektor dan reservoir berbasis ekosistem lokal

d. Besar sampel mencakup data primer (penangkapan nyamuk, penangkapan tikus dan penangkapan kelelawar; sebagian sampel dijadikan spesimen koleksi referensi/awetan) dan data sekunder (endemisitas penyakit di lokasi riset berikut data pengendalian penyakit tular vektor dan reservoir, baik program nasional maupun metode pengendalian lokal)

 

 :: Download